
Episode #37
Mahar GOTO Nyangkut & Rugi 70%, Kok Yudha Keling Malah Lulus Sertifikasi OJK?! | 037
Sebagian financial influencer jualan profit hijau. Tamu kita jualan kerugian sahamnya. Di episode Proxemics Podcast ini, kami ngobrol dengan Yudha Keling β stand-up comedian yang banting setir menjadi financial influencer bersertifikat resmi, dengan pendekatan konten yang mendobrak pakem industri keuangan. Ia membuktikan bahwa membuat orang tertawa dan percaya tidak selalu butuh jas rapi atau pamer kekayaan. Kami membedah bagaimana ia mengubah kerugian saham hingga 70% dan mahar saham GOTO yang nyangkut menjadi "Project Tidak Miskin" β sebuah masterclass dalam authentic branding. Kami juga membahas aturan ketat OJK (WPPE) bagi influencer keuangan, serta bagaimana Yudha menggunakan ChatGPT sebagai partner menulis materi komedi. Buat kamu yang kerja di marketing, PR, agensi, atau siapa pun yang ingin meningkatkan skill public speaking β ini adalah diskusi praktisi tentang strategi persuasi, meracik komedi lewat "rumus matematika", dan cara nyambung dengan audiens. Real examples, real frameworks, real laughs. ββββββββββββββββββββββ KEY INSIGHTS βΈ Authentic Branding: "Project Tidak Miskin" Di tengah tren flexing dan janji manis investasi, Yudha justru membangun brand-nya dengan menceritakan kesialannya di bursa saham. Ia memvalidasi keresahan audiens (investor ritel) bahwa 97% orang di market sering boncos, sehingga pendekatannya terasa jauh lebih relevan dan dipercaya. βΈ Stand-up Comedy Punya "Rumus Matematika" Bikin jokes bukan soal wangsit. Ada formulanya: Argumen β‘οΈ Kenapa ini jadi masalah β‘οΈ Punchline[cite: 8]. Framework ini adalah senjata rahasia public speaker atau eksekutif untuk mencairkan suasana meeting yang tegang (addressing the elephant in the room). βΈ Compliance Era Digital: Kenapa Influencer Butuh Sertifikasi (WPPE)? Berdasarkan aturan POJK, kreator yang menerima endorsement dari institusi keuangan kini dianggap sebagai "perpanjangan tangan" alias tim sales perusahaan. Sertifikasi wajib dimiliki untuk melindungi masyarakat dari misinformasi dan investasi bodong. βΈ Disrupsi AI: ChatGPT sebagai "Writer's Room" Yudha menggunakan AI untuk brainstorming setup komedi ala Ronny Chieng. Namun ia menegaskan batasannya: AI bisa menstruktur kalimat dengan sempurna, tapi tidak bisa menggantikan delivery, emosi, dan relatability (kedekatan) dengan audiens manusia. ββββββββββββββββββββββ οΈ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED Saham GOTO β’ OJK β’ POJK β’ WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) β’ Bursa Efek Indonesia β’ ChatGPT / OpenAI β’ Raditya Dika β’ Pandji Pragiwaksono β’ Pras Teguh β’ Arif Brata β’ Taylor Tomlinson β’ Ronny Chieng β’ Dave Chappelle β’ Project Tidak Miskin β’ Gerakan Memutus Rantai (GMR) β’ David Wijaya β’ Felicia Putri Tjiasaka β’ Stand-up Comedy β’ Authentic Branding β’ Public Speaking ββββββββββββββββββββββ οΈ Produced by White Wood Host: Mercy Tahitoe & Jonathan Tenggara Our Agencies: βΈ www.praxis.co.id βΈ www.prajna.co.id βΈ www.explicar.co.id βΈ www.whitewood.ai ββββββββββββββββββββββ #ProxemicsPodcast #YudhaKeling #MarketingIndonesia #PublicRelations #FinancialInfluencer #StandUpComedy #AuthenticBranding #LiterasiKeuangan #ChatGPT Proxemics Podcast is produced by White Wood.


